Waktu tenang tidak harus terpisah dari rutinitas. Justru ketika waktu tenang menjadi bagian alami dari hari, keseimbangan lebih mudah tercapai. Beberapa menit yang hening sering kali cukup untuk menciptakan rasa selaras.

Menyisihkan waktu tenang bisa dilakukan di sela aktivitas. Duduk sejenak sebelum memulai kegiatan berikutnya atau menikmati keheningan singkat di rumah membantu menjaga ritme tetap nyaman.

Waktu tenang juga membantu transisi antar bagian hari. Pagi, siang, dan malam terasa lebih jelas ketika ada jeda yang memisahkan masing-masing bagian. Rutinitas pun terasa lebih mengalir.

Menjadikan waktu tenang sebagai kebiasaan membantu menciptakan hubungan yang lebih baik dengan diri sendiri. Tidak ada tuntutan—hanya ruang untuk berhenti dan menikmati suasana.

Dengan waktu tenang yang terintegrasi dalam rutinitas, hari terasa lebih seimbang. Harmoni hadir dari ritme yang memberi ruang bagi gerak dan keheningan secara bergantian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *